Dua tahun menjelang tahun 2009. Tahun 2009, bangsa Indonesia akan disibukkan dengan Pemilihan Umum. Sebuah ritual 5 tahunan yang akan menguras cukup banyak energi bangsa ini.
Namun, mulai sekarang sudah terlihat gonjang-ganjing menuju Pemilu. Sudah ada beberapa tokoh yang melakukan ritual silahturahmi politik, launching kesediaan sebagai calon presiden, lobi-lobi politik dan ribut-ribut masalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Salah satu yang menarik diamati adalah beberapa orang sudah menyatakan kesediannya sebagai calon Presiden, ex : Mega, Sutiyoso (mantan Gubernur DKI). Meskipun masih malu-malu, bbrp tokoh politik yg lain sebenarnya sudah diproyeksikan sebagai calon presiden, ex : Sri Sultan, Wiranto (yang bahkan bikin parpol baru), SBY dan Jusuf Kalla.
Huh….kenapa lagi-lagi tokoh tua yang muncul ke permukaan? Kemanakah tokoh-tokoh muda? Kemana saja pemimpin muda? Apakah mereka memang tidak mendapatkan kesempaatan untuk muncul ke permukaan?
Menyebalkan! Sudah saatnya pemimpin muda diberikan kesempatan untuk tampil ke permukaan! Jangan cuma di dominasi generasi tua yang usianya rata-rata udah kepala enam.
Sudah saatnya dominasi tokoh-tokoh lama harus diputus. Kegagalan reformasi di Indonesia adalah karena kurangnya dominasi pemimpin muda Indonesia. Padahal pemimpin muda biasanya lebih baik dalam hal idealisme, masih bersemangat dan lebih bersih.
Huh….ayolah, sudah saatnya generasi muda muncul dalam kepempinan nasional. Jangan hanya generasi tua!
Ayo kita bersatu untuk mobilitas vertikal para pemimpin muda di Indonesia
Iya nih, para pemimpin muda yang tergabung dalam Depok Center of Excellence sepertinya lagi pada sibuk. Yang satu lagi belajar marketing, yang satu lagi nungguin kepastian kerja di departemen pemerintah.. hahaha
~ups, buka kartu
intinya Rip, di mana pun kita berada nantinya, “Jangan pernah luntur idealisme!”
bagus juga web-nya.. tunjukkan bahwa mapres tidak hanya bisa berprestasi di kampus ya!
saya begitu terjesan dengan pernyataan seorang rekan…
“Indonesia adalah anak muda, masa depannya tergantung kesepakatan para pemudanya”, katanya begitu.
Tak cukup sekali saya memikirkan kata-kata itu. Beberapa kekecewaan terlontar kepada pemerintah yang sekarang ini (generasi tua),,,
Ingatkah ketika generasi muda mendesak Bung karno dkk atau revolusi Bolivia dipimpin oleh seorang anak muda….
Ayo para pemuda, bangkitkah!!
Mari kita bersepakat untuk masa depan Indonesia yang lebih LUAR BIASA Cerah…
Eh, emang ada Depok Center of Excellence? Kok saya ndak tau..Hoo..Bener juga si Rip, tapi yang sekarang tua dan mimpin kita dulunya juga muda loh, dan punya idealisme juga, contohnya Pak Emil Salim idola saya dari dulu sampai sekarang! Idealisme tidak boleh luntur itu Idealisme seperti apa definisinya harus jelas dulu. Kapan ya Pemuda Pemudi kita bisa berkumpul dan membentuk semacam perkumpulan kecil untuk menyatukan ide, visi, dan membantu Pemerintah kita? Memang bukan salah pejabatnya, sistem, atau birokrasinya. Yang jadi masalah adalah mentalitas kaum muda kita. Dapat dibaca dalam uraian Saudara Dika tentang Negative Imaging yang diciptakan Media di Indonesia. Kita perlu mempersatukan para Pemuda! Dan memulai berbagai blog yang telah berkembang sedikit banyak pasti ada kaum muda lain yang tersadarkan. Amin